JAKARTA, djakartanetwork.com – Harga minyak dunia bergerak relatif terbatas pada perdagangan Selasa (3/11/2026). Harapan tercapainya kemajuan diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menjadi salah satu faktor yang meredam tekanan di pasar energi global.
Sentimen pasar juga dipengaruhi pernyataan Presiden AS Donald Trump yang berencana menghentikan bantuan senilai US$4 miliar kepada Israel hingga akhir tahun ini.
Mengutip laporan Investing.com, harga minyak mentah Brent turun 0,4 persen ke level US$104,38 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) justru menguat 0,3 persen menjadi US$96,76 per barel.
Pergerakan kedua acuan minyak tersebut menunjukkan respons pasar yang relatif terbatas terhadap perkembangan geopolitik terbaru.
Dalam wawancara dengan Fox News, Trump menyatakan akan memangkas bantuan AS untuk Israel sebesar US$4 miliar hingga akhir tahun. Ia juga mengklaim Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menyetujui penghentian bantuan tersebut.
Trump menilai Israel tidak lagi membutuhkan dukungan pendanaan itu karena telah berkembang menjadi negara yang sangat sukses.
Di sisi lain, peluang berlanjutnya komunikasi diplomatik antara Washington dan Teheran turut menjadi perhatian pelaku pasar. Harapan meredanya ketegangan kedua negara berpotensi mengurangi kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak di kawasan Timur Tengah.
Meski demikian, perkembangan hubungan AS-Iran dan situasi geopolitik kawasan masih menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi arah harga minyak dalam perdagangan berikutnya. (SH)



