WASHINGTON, djakartanetwork.com – Partai Demokrat berhasil merebut kendali Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat (House of Representatives) Amerika Serikat dalam pemilihan paruh waktu atau midterm elections 2026. Hasil tersebut menjadi pukulan politik bagi Presiden Donald Trump yang sebelumnya didukung mayoritas Partai Republik di Kongres.
Berdasarkan proyeksi Associated Press (AP) yang dikutip Investing.com pada Rabu (4/11/2026), Demokrat telah mengamankan 54 kursi Senat, sementara dua daerah pemilihan lainnya masih menunggu kepastian hasil.
Di House of Representatives, Demokrat meraih sedikitnya 228 kursi. Jumlah tersebut telah melampaui ambang batas 218 kursi yang diperlukan untuk menguasai mayoritas di majelis rendah.
Kemenangan itu memperlihatkan perubahan dukungan pemilih terhadap peta politik nasional Amerika Serikat. Sejumlah kandidat Demokrat juga berhasil unggul dalam persaingan pemilihan gubernur di beberapa negara bagian, termasuk Georgia, Ohio, dan Iowa.
Tidak hanya itu, Demokrat mencatat kemenangan di sejumlah wilayah yang selama ini dikenal sebagai basis kuat Partai Republik, seperti Texas, Kansas, dan South Carolina.
Hasil pemilu tersebut berpotensi mengubah dinamika hubungan antara Gedung Putih dan Kongres. Dengan menguasai kedua kamar legislatif, Demokrat memiliki ruang lebih besar untuk mengawasi kebijakan pemerintah sekaligus menghambat sejumlah agenda legislasi yang diusung Trump.
Pemilihan paruh waktu ini menjadi ujian politik bagi pemerintahan Trump di tengah persoalan ekonomi dan berbagai kebijakan nasional yang menjadi perhatian pemilih.
Meski demikian, angka yang dikutip dalam laporan tersebut merupakan proyeksi sementara saat penghitungan suara masih berlangsung. Hasil akhir tetap mengikuti proses penghitungan dan sertifikasi resmi di masing-masing negara bagian. (AY)



