DUBAI, djakartanetwork.com – Upaya mengakhiri konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) masih menemui jalan buntu. Meski komunikasi melalui jalur diplomatik terus berlangsung, pembicaraan yang melibatkan mediator Qatar belum menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama delapan bulan.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan Teheran telah menyampaikan sejumlah persyaratan dan proposal dalam proses konsultasi tersebut. Namun, kelanjutan pembicaraan sangat bergantung pada sikap politik Washington.
Dalam pernyataan yang dikutip kantor berita pemerintah Iran, IRNA, Araqchi menyebut komunikasi melalui para mediator berlangsung intensif. Iran, menurutnya, telah menyampaikan posisi dan tuntutannya kepada pihak terkait.
Kebuntuan diplomasi tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap kemungkinan konflik kembali meningkat. Terlebih, ketegangan politik menjelang pemilihan paruh waktu di Amerika Serikat turut menjadi perhatian dalam perkembangan hubungan kedua negara.
Di tengah situasi tersebut, China dan Rusia menyuarakan penolakan terhadap kemungkinan dimulainya kembali operasi militer. Kedua negara memperingatkan bahwa eskalasi konflik berpotensi memperburuk kondisi ekonomi global.
Sementara itu, sejumlah sumber Iran menilai kemungkinan Amerika Serikat kembali melancarkan serangan lebih besar dibandingkan peluang tercapainya kesepakatan.
Situasi ini memperlihatkan bahwa jalur diplomasi masih menjadi tantangan besar bagi kedua negara. Tanpa kesepakatan politik, risiko konflik kembali memanas tetap membayangi kawasan dan perekonomian dunia. (SH)



