MOSKOW, djakartanetwork.com – Serangan pesawat nirawak atau drone Ukraina terhadap sektor energi Rusia mendorong perusahaan pelayaran memperkuat perlindungan kapal tanker minyak. Sejumlah kapal kini dilengkapi perangkat pertahanan sederhana, mulai dari jaring pelindung, sangkar logam hingga ban karet.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko kerusakan akibat serangan drone yang menyasar jalur distribusi ekspor energi Rusia.
Laporan eksklusif The Wall Street Journal (WSJ) yang dikutip Investing.com, Minggu (1/11/2026), menyebutkan sedikitnya 60 kapal tanker dengan perangkat pertahanan tambahan telah teridentifikasi melintasi Selat Bosporus, Istanbul, sejak Agustus.
Temuan itu didasarkan pada dokumentasi foto yang ditinjau oleh surat kabar tersebut. Foto-foto yang diambil analis maritim Yoruk Isik memperlihatkan pemasangan struktur pelindung di sejumlah bagian penting kapal.
Perlindungan tersebut antara lain ditempatkan di sekitar ruang mesin, perangkat kemudi, hingga jendela anjungan kapal. Bagian-bagian tersebut dinilai membutuhkan perlindungan tambahan untuk menghadapi ancaman serangan dari udara.
Penggunaan sangkar logam dan jaring pelindung memperlihatkan upaya adaptasi armada tanker Rusia terhadap perkembangan ancaman dalam konflik Rusia-Ukraina.
Situasi ini juga menyoroti tantangan keamanan transportasi energi melalui jalur laut. Di tengah meningkatnya ancaman drone, perlindungan kapal tanker menjadi salah satu perhatian penting bagi keberlangsungan distribusi minyak Rusia ke pasar internasional. (AY)


