Ki-Ka: Direktur Enterprise & Business Service Telkom Veranita Yosephine, Direktur Utama TelkomMetra Jati Widagdo, Direktur Strategic Business Development and Portfolio Telkom Seno Soemadji, Pemegang Saham Digiserve Edhie Tri Laksono dalam agenda pengambilalihan saham PT Digital Aplikasi Solusi (Digiserve) yang berlaku efektif secara hukum (Legal Day-1) pada 1 November 2026.
JAKARTA, djakartanetwork.com – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mulai memperkuat penetrasi bisnis teknologi informasi dan komunikasi (ICT) untuk segmen korporasi melalui pengambilalihan saham PT Digital Aplikasi Solusi (DigiServe).
Aksi korporasi tersebut efektif secara hukum pada 1 November 2026. Melalui langkah ini, DigiServe resmi menjadi anak perusahaan langsung Telkom dan menggunakan nama badan hukum PT Telkom Solusi Indonesia.
Pengambilalihan tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat bisnis Business to Business (B2B), khususnya penyediaan solusi teknologi digital bagi pelanggan korporasi di berbagai sektor industri.
Direktur Utama Telkom, Nanang Hendarno, mengatakan langkah tersebut merupakan implementasi strategi transformasi TLKM 30 untuk meningkatkan kapabilitas dan daya saing bisnis enterprise.
Menurutnya, perubahan struktur perusahaan diharapkan dapat membuka peluang inovasi serta memperluas kolaborasi strategis dalam ekosistem bisnis TelkomGroup.
“Transformasi ini menjadi bagian dari upaya Telkom untuk memperkuat fondasi bisnis enterprise sekaligus membuka lebih banyak peluang inovasi dan kolaborasi strategis yang dapat mendorong pertumbuhan bisnis serta menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi perusahaan, pelanggan, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Nanang.
Dari sisi pengembangan bisnis, Direktur Strategic Business Development and Portfolio Telkom, Seno Soemadji, menjelaskan pengambilalihan DigiServe merupakan bagian dari penataan portofolio perusahaan agar lebih selaras dengan arah transformasi Telkom.
Sementara itu, Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Veranita Yosephine, menilai integrasi kapabilitas B2B ICT akan memperkuat kemampuan perusahaan dalam menghadirkan solusi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan korporasi.
Telkom juga memastikan perubahan kepemilikan tersebut tidak mengganggu aktivitas operasional. Seluruh layanan, kontrak, serta perjanjian dengan pelanggan, mitra, dan vendor dipastikan tetap berjalan normal.
Melalui penguatan DigiServe, Telkom berharap dapat mengoptimalkan sinergi bisnis digital sekaligus memperluas peluang pertumbuhan di pasar enterprise yang semakin kompetitif. (Jo)


