JAKARTA, djakartanetwork.com – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menekankan pentingnya peningkatan ekspor dan penguatan fundamental ekonomi dalam menghadapi persaingan global. Hal tersebut menjadi fokus pembahasan dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) KADIN 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta, 29–30 Oktober 2026.
Dalam agenda Rapimnas tahun ini, KADIN mendorong dunia usaha untuk tidak hanya menjaga ketahanan bisnis, tetapi juga meningkatkan daya saing agar produk Indonesia mampu menembus pasar internasional.
Anindya sebelumnya menyampaikan bahwa terdapat dua fokus utama yang perlu diperkuat, yakni peningkatan ekspor dan pemantapan fundamental ekonomi. Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong kepercayaan pasar, baik dari investor di pasar modal maupun penanam modal asing langsung atau foreign direct investment (FDI).
“Untuk Rapimnas ini, kita fokus pada dua hal. Yang pertama adalah ekspor, bagaimana meningkatkannya, dan yang kedua adalah bagaimana fokus kepada fundamental ekonominya supaya perlahan pasar masuk kembali baik di pasar modal maupun foreign direct investment (FDI),” ujar Anindya dalam konferensi pers menjelang Rapimnas KADIN 2026, Kamis (22/10/2026).
Menurut Anindya, ketahanan ekonomi perlu disertai peningkatan daya saing. Dengan begitu, pelaku usaha nasional memiliki peluang lebih besar untuk memperluas pasar, meningkatkan produktivitas, serta menciptakan kesempatan kerja.
Selain ekspor, KADIN juga menyoroti pentingnya membangun kembali kepercayaan investor melalui kepastian hukum, konsistensi kebijakan, transparansi informasi, dan perlindungan terhadap hak investor. Faktor-faktor tersebut dinilai penting untuk menciptakan iklim usaha yang mendukung investasi jangka panjang.
Rapimnas KADIN 2026 mengangkat tema “Ekonomi Kerakyatan untuk Indonesia Mendunia: UMKM Naik Kelas, Ekonomi Berkualitas”. Forum tahunan ini menjadi wadah konsolidasi pengurus KADIN dari berbagai daerah untuk menyampaikan aspirasi dunia usaha dan merumuskan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah.
Pembahasan juga diarahkan pada upaya memperluas akses UMKM ke pasar, memperkuat produk dalam negeri, serta membuka peluang investasi yang dapat mendorong aktivitas ekonomi di daerah.
Melalui forum tersebut, KADIN diharapkan dapat mempertemukan kebutuhan pelaku usaha dengan arah kebijakan pemerintah. Penguatan ekspor dan investasi pada akhirnya perlu diikuti langkah nyata dalam memperbaiki iklim usaha, meningkatkan kualitas produk, serta memperluas kesempatan ekonomi bagi masyarakat. (Jo)



