JAKARTA, djakartanetwork.com — Harga emas dunia melemah pada perdagangan Selasa (27/10/2026), ketika investor menunggu keputusan kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed). Perkembangan diplomasi antara Washington dan Teheran turut menjadi perhatian pelaku pasar di tengah kekhawatiran terhadap inflasi.

Mengacu laporan investing.com, harga emas spot turun 0,2% menjadi US$4.010,39 per troy ounce. Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat terkoreksi 0,4% ke level US$4.023,57 per ounce.

Pelemahan juga terjadi pada sejumlah logam mulia lainnya. Harga perak turun 0,03% menjadi US$53,9605 per ounce, sedangkan platinum melemah 0,08% ke posisi US$1.529,27. Adapun paladium spot naik tipis 0,07% menjadi US$1.046,65 per ounce.

Di pasar valuta asing, indeks dolar AS menguat 0,1% ke level 102,04. Pergerakan dolar dan ekspektasi suku bunga menjadi faktor yang turut dicermati investor dalam menentukan posisi di pasar emas.

Keputusan The Fed menjadi perhatian karena arah kebijakan moneter AS dapat memengaruhi daya tarik emas. Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil bunga, emas cenderung menghadapi tekanan ketika suku bunga tinggi membuat instrumen berbasis bunga lebih menarik bagi investor.

Sementara itu, upaya diplomatik untuk meredakan konflik AS-Iran memunculkan harapan berkurangnya tekanan terhadap pasar energi. Namun, ketidakpastian mengenai inflasi dan arah kebijakan suku bunga masih membayangi prospek logam mulia.

Investor kini mencermati keputusan The Fed serta perkembangan geopolitik untuk menentukan arah transaksi berikutnya. Perubahan ekspektasi terhadap inflasi, dolar AS, dan suku bunga berpotensi memengaruhi pergerakan harga emas dalam jangka pendek. (AY)

Catatan: Harga data pada waktu Terkini, bukan harga terkini sepanjang hari.