Warning: Undefined variable $args in /home/ifaa8831/public_html/djakartanetwork.com/wp-content/themes/wpnews/inc/shortcode-bacajuga.php on line 56

 

JAKARTA, djakartanetwork.com – PepsiCo memperkuat posisinya di bisnis minuman untuk jaringan restoran Amerika Serikat melalui perpanjangan kerja sama dengan Taco Bell hingga 2036. Kesepakatan berdurasi 11 tahun tersebut menjadi penopang bisnis PepsiCo di tengah keputusan KFC untuk beralih dari Pepsi ke Coca-Cola di ribuan gerainya di AS.

Mengutip laporan Investing.com, Kamis (22/10/2026), saham PepsiCo Inc. dengan kode PEP naik sekitar 2,5% setelah perpanjangan kemitraan itu diumumkan. Kesepakatan tersebut sekaligus meredakan kekhawatiran investor mengenai kemungkinan restoran lain di bawah naungan Yum! Brands mengikuti langkah KFC.

Melalui perjanjian baru ini, PepsiCo mempertahankan hak eksklusif untuk memasok minuman melalui mesin dispenser di gerai Taco Bell, Taco Bell Cantina, dan Live Más Cafe yang tercakup dalam kerja sama di Amerika Serikat hingga 2036.

Jangkauan kemitraan tersebut juga mencakup distribusi internasional di Kanada, Inggris, Irlandia, dan Thailand. Dengan demikian, PepsiCo tetap memiliki saluran penjualan yang luas melalui jaringan restoran cepat saji, selain bisnis minuman yang dipasarkan melalui jalur ritel.

Posisi Taco Bell menjadi penting bagi PepsiCo karena jaringan restoran tersebut memiliki lebih dari 8.200 gerai di pasar domestik AS. Skala jaringan ini memberikan akses berkelanjutan bagi PepsiCo ke konsumen sekaligus mempertahankan kanal layanan makanan yang dinilai memiliki nilai strategis bagi perusahaan.

Sebelumnya, KFC mengumumkan rencana mengganti Pepsi dengan Coca-Cola di sekitar 3.700 gerainya di Amerika Serikat mulai Januari 2027. Perubahan pemasok tersebut menambah tekanan persaingan di pasar minuman restoran, khususnya bagi PepsiCo dan Coca-Cola yang sama-sama berupaya memperkuat distribusi melalui mitra usaha.

Perpanjangan kontrak dengan Taco Bell memberikan kepastian jangka panjang bagi PepsiCo dalam mempertahankan salah satu kemitraan restorannya. Namun, perkembangan bisnis selanjutnya tetap akan bergantung pada kinerja penjualan, strategi masing-masing jaringan restoran, dan persaingan antarpemasok minuman.(AY)