JAKARTA, djakartanetwork.com — Apple dikabarkan meminta para pemasoknya meningkatkan kapasitas produksi iPhone Duo sebesar 30 persen menyusul tingginya permintaan terhadap ponsel lipat yang disebut sebagai perangkat lipat pertama perusahaan tersebut.

 

Laporan Taiwan Economic Daily, menyebutkan bahwa persediaan awal perangkat tersebut belum mampu memenuhi permintaan konsumen. Produk itu dikabarkan terjual habis hampir sesaat setelah mulai dipasarkan pada Jumat.

 

Situasi tersebut mendorong Apple meminta pemasok mempercepat produksi dan menambah pesanan. Langkah ini ditujukan untuk mengantisipasi kebutuhan pasar sekaligus mempercepat ketersediaan perangkat bagi konsumen.

 

Keterbatasan stok pada tahap awal pemasaran dapat menjadi tantangan bagi perusahaan teknologi yang ingin memaksimalkan momentum peluncuran produk. Ketika permintaan melampaui persediaan, kemampuan pemasok meningkatkan produksi menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran distribusi.

 

Dalam laporan yang sama, pengiriman gelombang kedua iPhone Duo disebut baru diperkirakan dimulai pada 22 Januari. Jarak waktu tersebut berpotensi membuat sebagian konsumen harus menunggu lebih lama untuk memperoleh perangkat, apabila informasi jadwal pengiriman itu terealisasi.

 

Laporan tersebut juga menyinggung perkiraan awal pengiriman sekitar enam juta unit. Namun, rincian lengkap mengenai periode pengiriman dan dasar perhitungan angka tersebut belum dapat dipastikan dari informasi yang tersedia.

 

Rantai pasok menentukan respons pasar

 

Permintaan peningkatan produksi sebesar 30 persen, jika terkonfirmasi, akan menunjukkan upaya Apple dan mitra pemasoknya menyesuaikan kapasitas dengan respons pasar pada fase awal penjualan.

 

Bagi industri perangkat elektronik, peningkatan produksi tidak hanya bergantung pada keputusan perusahaan. Ketersediaan komponen, kapasitas manufaktur, pengujian kualitas, dan distribusi juga menentukan seberapa cepat tambahan pasokan dapat menjangkau konsumen.

 

Meski demikian, dampak komersial dari tingginya permintaan tersebut belum dapat dinilai hanya berdasarkan laporan penjualan awal. Informasi mengenai volume penjualan aktual, pendapatan produk, serta realisasi pengiriman masih diperlukan untuk mengukur kontribusinya terhadap kinerja bisnis Apple.

 

Hingga informasi tersebut terverifikasi melalui sumber primer, kabar mengenai iPhone Duo dan rencana penambahan produksinya perlu diperlakukan sebagai laporan media yang masih memerlukan konfirmasi. (AY)