JAKARTA, djakartanetwork.com – Meta Platforms dan Tesla menjadi perhatian pelaku pasar menjelang pengumuman laporan keuangan kuartal III 2026 pada Rabu, 21 Oktober 2026, setelah penutupan bursa Amerika Serikat. Ekspektasi laba, proyeksi pendapatan, dan potensi perubahan harga saham menjadi faktor yang dicermati investor sebelum hasil kinerja kedua perusahaan diumumkan.
Mengutip laporan Investing.com pada 20 Oktober 2026, saham Meta diperdagangkan di level US$690,57, sedangkan Tesla berada di US$374,28. Pada perdagangan yang dirujuk dalam laporan tersebut, saham Meta tercatat melemah 1,88%, sementara Tesla menguat 1,80%.
Perbedaan arah pergerakan itu memperlihatkan bahwa kedua saham memasuki periode pengumuman kinerja dengan dinamika pasar yang tidak sama. Namun, pergerakan harga sebelum laporan keuangan belum dapat dijadikan patokan untuk memastikan respons investor setelah hasil kinerja dirilis.
Dari sisi estimasi analis, Meta diperkirakan membukukan laba per saham atau earnings per share (EPS) sebesar US$6,58 dengan pendapatan mencapai US$63,34 miliar. Kapitalisasi pasarnya diperkirakan sekitar US$1,76 triliun.
Sementara itu, Tesla diproyeksikan mencatat EPS sebesar US$0,45 dengan pendapatan sekitar US$27,92 miliar. Kapitalisasi pasar perusahaan produsen kendaraan listrik tersebut berada di kisaran US$1,48 triliun berdasarkan angka yang dicantumkan dalam laporan.
Selain estimasi keuangan, tingkat volatilitas saham turut menjadi perhatian. Investing.com mencatat beta Meta sebesar 1,18, sedangkan Tesla mencapai 1,92. Secara historis, angka beta Tesla yang lebih tinggi menunjukkan sensitivitas pergerakan sahamnya terhadap pasar yang lebih besar dibandingkan Meta, meskipun indikator tersebut tidak menjamin pola pergerakan pada perdagangan berikutnya.
Meta, perusahaan induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp, memiliki bisnis yang bertumpu pada platform digital dan periklanan, sekaligus mengembangkan teknologi kecerdasan buatan. Sementara itu, Tesla menjalankan bisnis kendaraan listrik dan teknologi energi, dengan prospek perusahaan turut dipengaruhi perkembangan industri otomotif serta persaingan di pasar kendaraan listrik.
Laporan keuangan kuartal III menjadi kesempatan bagi investor untuk membandingkan hasil aktual dengan ekspektasi pasar. Selisih antara kinerja yang dilaporkan dan proyeksi analis dapat memengaruhi penilaian investor terhadap prospek bisnis kedua perusahaan.
Respons pasar diperkirakan terlihat pada sesi perdagangan Kamis, 22 Oktober 2026, setelah laporan keuangan dirilis. Meski demikian, arah pergerakan saham tetap bergantung pada hasil aktual, panduan bisnis manajemen, serta ekspektasi investor terhadap kinerja pada periode mendatang.
(AY/Berbagai Sumber)


