Warning: Undefined variable $args in /home/ifaa8831/public_html/djakartanetwork.com/wp-content/themes/wpnews/inc/shortcode-bacajuga.php on line 56

 

JAKARTA, djakartanetwork.com – Tekanan di sektor teknologi menyeret pasar saham Asia ke zona merah pada Kamis (15/10/2026). Indeks KOSPI Korea Selatan merosot hampir 9 persen hingga memicu penghentian sementara perdagangan atau circuit breaker, sementara bursa Jepang juga mencatat pelemahan tajam.

Koreksi tersebut terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap persaingan industri teknologi dari China. Sentimen negatif turut diperkuat oleh inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih tinggi dari perkiraan, sehingga memunculkan kekhawatiran bahwa bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), masih berpeluang menaikkan suku bunga.

KOSPI turun ke level 5.483,65, posisi terendah dalam hampir tiga bulan. Penghentian perdagangan yang dipicu oleh penurunan tajam itu menjadi kejadian ke-10 sepanjang tahun ini dan ke-16 dalam sejarah pasar saham Korea Selatan. Sebelumnya, mekanisme serupa juga terpicu pada 29 Juli.

Tekanan jual turut melanda pasar Jepang. Indeks Nikkei 225 merosot sekitar 5 persen, memperpanjang pelemahan di bursa-bursa Asia yang memiliki eksposur besar terhadap sektor teknologi.

Sementara itu, indeks MSCI Asia Pasifik terkoreksi hampir 3 persen dan bergerak menuju level terendah sejak Juli.

Pergerakan pasar tersebut mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap prospek industri teknologi dan arah kebijakan moneter AS. Kekhawatiran mengenai persaingan dari perusahaan-perusahaan China menambah tekanan terhadap saham teknologi, sedangkan inflasi AS yang melampaui perkiraan memperbesar ketidakpastian mengenai arah suku bunga ke depan. (AY)