CANBERRA, djakartanetwork.com – Neraca perdagangan Australia mencatat penguatan signifikan pada September 2026. Surplus perdagangan negara tersebut melonjak menjadi 2,83 miliar dolar Australia, hampir tiga kali lipat dari perkiraan ekonom yang berada di angka 940 juta dolar Australia.
Data Australian Bureau of Statistics (ABS) yang dirilis Kamis (5/11/2026) menunjukkan, kenaikan surplus terutama dipengaruhi oleh penurunan impor, khususnya emas nonmoneter.
Nilai surplus tersebut meningkat tajam dibandingkan Agustus 2026 yang hanya mencapai 184 juta dolar Australia setelah disesuaikan secara musiman.
Di sisi ekspor, Australia mencatat pertumbuhan sebesar 2,3 persen secara bulanan menjadi 48,43 miliar dolar Australia. Sebaliknya, nilai impor turun 3,3 persen menjadi 45,61 miliar dolar Australia.
Penurunan impor emas nonmoneter menjadi faktor utama perubahan tersebut. Nilai impor komoditas ini berkurang 1,10 miliar dolar Australia atau sekitar 34,7 persen selama September.
Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa penguatan surplus perdagangan Australia tidak hanya ditopang oleh peningkatan ekspor, tetapi juga oleh berkurangnya kebutuhan impor pada periode tersebut.
Bagi perekonomian Australia, surplus perdagangan menjadi salah satu indikator penting dalam melihat keseimbangan transaksi barang dan jasa dengan mitra dagang internasional.
Meski demikian, kenaikan surplus pada September perlu dilihat bersama perkembangan ekspor dan impor pada bulan-bulan berikutnya untuk mengetahui apakah tren penguatan neraca perdagangan tersebut dapat berlanjut. (SH)



