Pertahanan udara Patriot Salah satu andalan Ukraina. (Foto: Istimewa)
WASHINGTON, djakartanetwork.com – Amerika Serikat menyetujui penjualan 500 rudal pencegat Patriot PAC-3 kepada Ukraina dengan nilai transaksi diperkirakan mencapai US$2,1 miliar. Keputusan tersebut menjadi tambahan penting bagi kemampuan pertahanan udara Kyiv dalam menghadapi serangan rudal Rusia.
Departemen Luar Negeri AS mengumumkan persetujuan penjualan tersebut pada Jumat (30/10/2026). Langkah ini dinilai sebagai salah satu dukungan persenjataan pertahanan paling signifikan bagi Ukraina sejak Donald Trump kembali menjabat sebagai presiden Amerika Serikat.
Tambahan rudal Patriot menjadi kebutuhan mendesak bagi Kyiv. Dalam beberapa waktu terakhir, Ukraina menghadapi peningkatan serangan udara Rusia yang menyasar berbagai wilayah, sehingga kebutuhan terhadap sistem pencegat rudal semakin besar.
Sistem Patriot selama ini menjadi salah satu andalan Ukraina untuk menghadapi ancaman rudal balistik berkecepatan tinggi. Kemampuan tersebut membuat persediaan rudal pencegat menjadi faktor penting dalam mempertahankan infrastruktur dan wilayah strategis negara itu.
Persetujuan Washington juga muncul di tengah hubungan AS dan Ukraina yang sempat diwarnai ketegangan. Keterlambatan pengiriman persenjataan sebelumnya menjadi salah satu persoalan yang memicu kekhawatiran Kyiv.
Situasi diplomatik semakin kompleks setelah Trump mengumumkan kesepakatan perdagangan diesel dengan Rusia. Presiden AS itu juga mengkritik Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy terkait serangan terhadap kilang minyak Rusia.
Urgensi penguatan pertahanan udara Ukraina kembali terlihat setelah serangan pesawat nirawak Rusia menghantam sebuah peron stasiun kereta yang dipadati warga di Kota Dnipro pada Kamis (29/10/2026). Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 14 orang. Lima korban jiwa lainnya juga dilaporkan dalam serangan di dua lokasi berbeda.
Dengan persetujuan penjualan tersebut, Ukraina memperoleh peluang untuk memperkuat persediaan sistem pertahanan udaranya. Namun, efektivitas dukungan ini tetap bergantung pada jadwal pengiriman, ketersediaan rudal, serta kemampuan operasional sistem Patriot di lapangan.
Keputusan Washington sekaligus menjadi perkembangan penting dalam hubungan pertahanan AS-Ukraina, terutama ketika konflik dengan Rusia masih berlangsung dan kebutuhan perlindungan terhadap serangan udar terus meningkat. (AY)



