JAKARTA, djakartanetwork.com — Kolaborasi Synchronize Fest 2026 dengan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) tidak hanya ditujukan untuk mempermudah perjalanan penonton, tetapi juga mendorong perubahan kebiasaan dalam memilih transportasi saat menghadiri acara hiburan.
Melalui program Nebeng Bareng Transjakarta, lebih dari 3.000 pengunjung diproyeksikan menggunakan layanan Royaltrans untuk menuju dan meninggalkan Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, selama festival berlangsung pada 16–18 Oktober 2026.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, mengatakan kerja sama yang memasuki tahun ketiga ini merupakan bagian dari upaya menjadikan transportasi publik sebagai pilihan dalam berbagai aktivitas masyarakat, termasuk menghadiri festival musik.
Program tersebut juga mengajak pengunjung menghitung dan membandingkan jejak karbon perjalanan menggunakan transportasi umum dengan kendaraan pribadi. Meski demikian, dampak pengurangan emisi secara keseluruhan masih memerlukan data realisasi pengguna dan perhitungan emisi yang terukur.
Director of Communication Synchronize Fest, Aldila Karina, menyebut kolaborasi ini sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem festival yang lebih ramah lingkungan. Selain kampanye transportasi publik, kedua pihak menggandeng Dompet Dhuafa untuk membuka kanal donasi bagi korban bencana di berbagai wilayah Indonesia.
Synchronize Fest 2026 berlangsung selama tiga hari dengan mengusung tema “It’s Not Just a Festival, It’s a Movement”. Pada penyelenggaraan tahun ke-11 ini, festival menghadirkan 119 musisi dari berbagai daerah di Indonesia yang tampil di 10 area pertunjukan.
Kolaborasi tersebut memperluas peran festival musik sebagai ruang untuk mendorong mobilitas berkelanjutan dan kepedulian sosial. Keberhasilannya tidak hanya ditentukan oleh jumlah penonton yang menggunakan transportasi publik, tetapi juga oleh sejauh mana kebiasaan tersebut dapat terus diterapkan setelah festival berakhir. (AP)


