JAKARTA, djakartanetwork.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggelar Meteorological Instrument Metadata and WIGOS Tools Training di Kantor Pusat BMKG, Jakarta, pada 12–16 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan teknis pengelolaan metadata instrumen meteorologi sekaligus memperkuat penerapan sistem pengamatan global yang terintegrasi.

Pelatihan tersebut berfokus pada implementasi World Meteorological Organization Integrated Global Observing System (WIGOS), termasuk peningkatan kualitas dan interoperabilitas data pengamatan meteorologi agar dapat digunakan secara konsisten dan saling terhubung dalam skala global.

Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, M.Si., menegaskan bahwa metadata memiliki peran penting dalam menjaga kualitas data pengamatan. Informasi tersebut menjelaskan lokasi, waktu, metode, serta kondisi ketika suatu pengamatan dilakukan sehingga data dapat dipahami dan ditafsirkan secara tepat.

Menurut Guswanto, ketepatan instrumen bukan satu-satunya faktor yang menentukan kualitas hasil pengamatan. Informasi yang menyertai peralatan juga harus dikelola secara baik agar data yang dihasilkan tidak menimbulkan kesalahan penafsiran.

“Bagi BMKG, memajukan implementasi WIGOS dan meningkatkan pengelolaan metadata merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa data kita akurat, terstandardisasi, dapat ditelusuri, dan dapat dioperasikan bersama dalam skala global,” ujar Guswanto.

Dalam pelaksanaannya, peserta mempelajari penerapan WIGOS beserta sejumlah perangkat pendukung, antara lain OSCAR/Surface, WIGOS Data Quality Monitoring System (WDQMS), dan Incident Management System (IMS).

Perangkat tersebut digunakan untuk mendukung pencatatan dan pemutakhiran metadata, memantau kualitas serta ketersediaan data, dan mengidentifikasi hingga menangani permasalahan operasional dalam sistem pengamatan meteorologi.

Pelatihan ini diikuti tiga peserta dari Direktorat Jenderal Meteorologi (Directorate General of Meteorology/DGMET), Otoritas Penerbangan Sipil Kesultanan Oman. Mereka adalah Al-Azhar Ali Al-Azri, B.Sc., Kepala Bagian Kalibrasi Pusat; Abdullah Khamis Al Issai, B.Sc., insinyur perangkat meteorologi; serta Elyas Aflah Al-Maskari, MBA, teknisi elektronik.

Program berlangsung selama lima hari, terdiri atas empat hari pembelajaran di kelas dan praktik teknis serta satu hari kunjungan lapangan. Melalui kunjungan tersebut, peserta berkesempatan mempelajari pengoperasian peralatan meteorologi dan proses kalibrasi secara langsung.

Direktur Instrumentasi dan Kalibrasi BMKG, Dr. Hartanto, S.T., M.M., yang mewakili Deputi Bidang Infrastruktur, menjelaskan bahwa materi pelatihan dirancang untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai konsep dan alur kerja WIGOS, pengelolaan metadata, serta penerapan WIGOS Station Identifier (WSI).

Peserta juga dibekali keterampilan menggunakan perangkat WIGOS untuk mendukung pemantauan operasional. Kemampuan tersebut diharapkan dapat diterapkan di institusi masing-masing guna meningkatkan pengelolaan data pengamatan meteorologi.

Perwakilan DGMET Oman, Al-Azhar Ali Al-Azri, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan pelatihan dan kesempatan bertukar pengetahuan serta pengalaman dengan BMKG. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi landasan bagi penguatan hubungan kedua institusi.

“Kami juga berharap pelatihan ini akan menjadi awal dari kerja sama yang lebih kuat dan pertukaran yang berkelanjutan antara DGMET dan BMKG di masa depan,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, BMKG berharap peningkatan kapasitas teknis peserta dapat berjalan seiring dengan penguatan kerja sama profesional antara Indonesia dan Oman. Pengelolaan metadata yang lebih baik serta pemanfaatan perangkat WIGOS diharapkan turut mendukung kualitas dan keterhubungan data pengamatan meteorologi pada tingkat global. (AP)