JAKARTA, djakartanetwork.com – Pemerintah menyiapkan pembangunan fasilitas penyimpanan minyak mentah atau crude oil storage di sejumlah wilayah Sumatra. Proyek ini diarahkan untuk memperkuat ketahanan energi nasional dengan target kapasitas cadangan minyak hingga 60 hari.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, rencana pembangunan fasilitas tersebut telah memasuki tahap persiapan. Studi kelayakan atau feasibility study (FS) dilaporkan telah selesai, sementara peninjauan lokasi direncanakan mulai akhir 2026.

Menurut Bahlil, fasilitas penyimpanan tersebut akan digunakan untuk menampung minyak mentah, termasuk pasokan hasil impor. Keberadaan storage diharapkan memberi ruang penyimpanan lebih besar sehingga Indonesia memiliki cadangan energi yang lebih kuat ketika terjadi gangguan pasokan global.

Pemerintah menargetkan kapasitas penyimpanan dapat menopang kebutuhan minyak hingga 60 hari. Target itu akan dicapai secara bertahap, dengan kapasitas awal yang direncanakan lebih dari 20 hari.

Bahlil menjelaskan, penentuan lokasi pembangunan tidak hanya mempertimbangkan ketersediaan lahan dan kebutuhan infrastruktur. Faktor keamanan juga menjadi perhatian, terutama risiko gempa bumi dan kondisi geologis wilayah yang akan dipilih.

Karena itu, pemerintah masih melakukan kajian sebelum menetapkan lokasi akhir pembangunan. Hingga saat ini, nama daerah yang akan menjadi lokasi fasilitas belum diumumkan secara resmi.

Rencana tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat ketahanan energi di tengah ketidakpastian pasokan dan dinamika geopolitik internasional. Dengan kapasitas penyimpanan yang lebih besar, pemerintah berharap Indonesia memiliki ruang antisipasi lebih baik ketika terjadi gejolak harga maupun gangguan distribusi minyak mentah.

Selain pengembangan fasilitas penyimpanan, pemerintah juga melanjutkan sejumlah program diversifikasi energi, termasuk pengembangan bahan bakar nabati dan implementasi biodiesel.

Meski demikian, realisasi pembangunan storage minyak di Sumatra masih membutuhkan tahapan lanjutan, mulai dari penetapan lokasi, penyelesaian aspek teknis, hingga pembangunan fasilitas. Target cadangan 60 hari tersebut masih merupakan sasaran yang direncanakan, bukan kapasitas yang telah tersedia saat ini. (AY)