JAKARTA, djakartanetwork.com – Gangguan penerbangan internasional menuju Arab Saudi masih berlanjut hingga akhir Oktober 2026. Sejumlah maskapai memperpanjang pembatalan, mengurangi frekuensi penerbangan, hingga menunda pembukaan kembali beberapa rute menyusul perkembangan situasi keamanan di kawasan tersebut.
Dampaknya berbeda-beda, bergantung pada maskapai dan bandara tujuan. Riyadh dan Dammam menjadi dua kota yang mengalami pembatasan cukup panjang, sementara layanan ke Jeddah dan Madinah menunjukkan kondisi yang lebih beragam.
Laporan The National pada 25 Oktober 2026 mencatat, sejumlah maskapai telah menetapkan jadwal penghentian sementara layanan hingga awal November. Sebagian lainnya bahkan memperpanjang pembatasan hingga akhir November atau awal 2027.
Etihad Airways, misalnya, memperpanjang pembatalan penerbangan dari Abu Dhabi menuju Riyadh dan Dammam hingga 5 November. Sejumlah penerbangan ke Jeddah, yakni EY601, EY602, EY603, dan EY604, juga masuk dalam daftar layanan yang dibatalkan sampai tanggal tersebut.
Emirates mengambil langkah berbeda berdasarkan kota tujuan. Penerbangan Dubai–Jeddah dijadwalkan kembali beroperasi pada 30 Oktober, sedangkan layanan menuju Riyadh dan Dammam direncanakan pulih pada 8 November. Penerbangan Emirates ke Madinah dilaporkan tetap beroperasi.
Di sisi lain, flydubai membatalkan penerbangan menuju Riyadh, Dammam, dan Abha hingga 29 Oktober. Maskapai tersebut menjadwalkan pemulihan layanan secara bertahap mulai 30 Oktober, dengan jumlah penerbangan yang berbeda untuk masing-masing kota.
Qatar Airways juga melakukan penyesuaian operasional. Layanan menuju Jeddah dikurangi dari tujuh menjadi empat penerbangan per hari, sedangkan penerbangan Riyadh dan Dammam masih mengalami pembatasan dalam laporan yang diterbitkan pada 25 Oktober.
Pembatalan meluas ke sejumlah maskapai internasional
Gangguan tidak hanya terjadi pada maskapai yang berbasis di kawasan Teluk. Air India dan Air India Express dilaporkan memperpanjang penghentian penerbangan menuju Riyadh, Jeddah, dan Dammam hingga 7 November.
IndiGo juga melaporkan pembatalan layanan menuju Riyadh, Jeddah, Dammam, dan Madinah hingga 31 Oktober dalam pembaruan The National. Penumpang perlu memeriksa kembali pemberitahuan maskapai karena jadwal dapat berubah mengikuti perkembangan situasi.
Sementara itu, Air France memperpanjang penghentian penerbangan menuju dan dari Riyadh hingga 14 November. Lufthansa Group menangguhkan layanan ke Riyadh hingga 18 November, sedangkan penerbangan menuju Dammam tercatat dibatasi hingga 30 November.
KLM juga memperpanjang pembatalan penerbangan ke Riyadh dan Dammam hingga 31 Oktober. Adapun British Airways dijadwalkan kembali melayani Riyadh secara terbatas pada 3 November dengan satu penerbangan per hari.
Pembatasan yang lebih panjang diterapkan Cathay Pacific. Maskapai asal Hong Kong tersebut menunda pemulihan penerbangan ke Riyadh hingga 31 Januari 2027. Scoot juga membatalkan layanan Singapura–Jeddah hingga 2 Desember 2026.
Jeddah dan Madinah tidak sepenuhnya ditutup
Meski sejumlah maskapai menghentikan layanan ke Arab Saudi, kondisi penerbangan tidak seragam di seluruh bandara. Madinah, misalnya, masih dilayani Emirates, sedangkan Malaysia Airlines telah mengumumkan pemulihan penerbangan ke Jeddah dan Madinah sejak 18 Oktober setelah sebelumnya melakukan penghentian sementara.
Perbedaan ini penting bagi calon penumpang, khususnya jemaah umrah yang menggunakan penerbangan lanjutan melalui kota lain. Rute yang masih beroperasi pada satu maskapai belum tentu tersedia pada maskapai lain, meskipun tujuan akhirnya sama.
Karena itu, informasi mengenai penutupan seluruh penerbangan menuju Jeddah atau Madinah tidak sesuai dengan kondisi yang dilaporkan pada 25 Oktober. Status penerbangan harus dilihat berdasarkan jadwal dan pengumuman masing-masing operator.
Bagi penumpang yang telah memiliki tiket, pemeriksaan status penerbangan sebelum berangkat ke bandara menjadi langkah penting. Penumpang juga perlu memastikan pilihan penjadwalan ulang, pengembalian dana, serta ketentuan akomodasi apabila penerbangan dibatalkan.
Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa pemulihan penerbangan ke Arab Saudi berlangsung secara bertahap. Meski sejumlah rute mulai dijadwalkan kembali, kepastian operasional tetap bergantung pada perkembangan keamanan, izin otoritas penerbangan, dan keputusan masing-masing maskapai. (SH)


