JAKARTA, djakartanetwork.com – Pengamanan Ibu Kota diperkuat dengan penyiagaan 20.980 personel TNI Angkatan Laut (TNI AL). Menanggapi langkah tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan pemerintah daerah mendukung penguatan keamanan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat.

Pramono menilai Jakarta memiliki posisi strategis sebagai ibu kota negara sekaligus pusat perekonomian nasional. Karena itu, aspek keamanan dan pertahanan menjadi perhatian penting dalam menjaga stabilitas Ibu Kota.

Penyiagaan personel tersebut dilakukan melalui beberapa skema. Sebanyak 2.100 personel berasal dari satuan yang telah berada di Jakarta, sementara 5.740 personel didatangkan dari luar daerah. Adapun 13.140 personel lainnya disiagakan di markas masing-masing.

Dengan komposisi tersebut, total kekuatan yang disiapkan mencapai 20.980 personel. Pengerahan itu mengacu pada Surat Telegram Panglima TNI Nomor STR/96/2026 tertanggal 2 November 2026.

Di tengah penguatan pengamanan tersebut, isu penetapan status Siaga 1 di Jakarta turut menjadi perhatian. Pramono menegaskan dirinya belum menerima koordinasi maupun pemberitahuan resmi mengenai penetapan status tersebut.

Ia juga memastikan aktivitas pemerintahan dan pelayanan publik di Jakarta masih berjalan normal. Dengan demikian, penebalan pengamanan tidak serta-merta berarti Ibu Kota telah ditetapkan dalam status Siaga 1.

Pemprov DKI Jakarta menyatakan tetap mendukung langkah pengamanan pemerintah pusat sesuai kewenangannya, sekaligus memastikan kegiatan masyarakat dan pelayanan pemerintahan berlangsung sebagaimana mestinya. (AY)