LONDON, djakartanetwork.com – Pasar gas alam Eropa kembali mengalami tekanan setelah harga acuan energi tersebut melanjutkan pelemahan selama tiga hari perdagangan berturut-turut. Penurunan ini terjadi di tengah merosotnya harga minyak mentah global yang turut mengubah sentimen pasar energi.
Mengutip laporan Investing.com, Kamis (5/11/2026), kontrak berjangka gas alam Eropa Dutch Title Transfer Facility (TTF) untuk pengiriman bulan terdekat turun 1,6 persen menjadi 86,60 euro per megawatt-jam (MWh).
Dengan penurunan tersebut, harga kontrak TTF telah terkoreksi hampir 20 persen dalam tiga hari perdagangan terakhir.
Pelemahan harga gas terjadi ketika pasar energi global menghadapi perubahan tajam pada pergerakan harga minyak mentah. Penurunan harga minyak dinilai mengurangi premi risiko yang sebelumnya melekat pada komoditas energi akibat ketegangan geopolitik.
Situasi tersebut turut menggeser perhatian pelaku pasar dari laporan insiden terbaru kapal tanker di kawasan Selat Hormuz. Meski ancaman terhadap jalur pelayaran energi masih menjadi perhatian, sentimen penurunan harga minyak memberikan tekanan lebih besar terhadap pasar gas Eropa.
Di Inggris, kontrak gas alam dengan acuan National Balancing Point (NBP) juga bergerak melemah. Harga kontrak tersebut turun 1,7 persen menjadi 214,74 pence.
Pergerakan ini memperlihatkan bahwa tekanan harga tidak hanya terjadi pada satu pasar, tetapi juga meluas ke sejumlah acuan perdagangan gas di kawasan Eropa.
Meski demikian, perkembangan harga energi masih dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari situasi geopolitik, kelancaran distribusi, hingga keseimbangan pasokan dan permintaan global. (AY)


