TOKYO, djakartanetwork.com – Kinerja bisnis US Steel yang melampaui ekspektasi menjadi pendorong utama Nippon Steel menaikkan target laba bersih tahun fiskal 2026 sebesar 52 persen. Produsen baja terbesar Jepang itu kini memproyeksikan laba bersih mencapai 440 miliar yen atau sekitar US$2,8 miliar.

Dalam laporan Reuters, Kamis (5/11/2026), revisi tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan proyeksi perusahaan pada Agustus lalu yang sebesar 290 miliar yen. Tahun fiskal 2026 Nippon Steel akan berakhir pada Maret 2027.

Kontribusi US Steel menjadi salah satu faktor penting dalam perubahan target tersebut. Nippon Steel memperkirakan bisnis baja asal Amerika Serikat itu, termasuk anak usahanya di Slovakia, NSSK, mampu menyumbang laba usaha inti sebesar 230 miliar yen sepanjang tahun fiskal berjalan.

Angka tersebut meningkat 50 miliar yen dari perkiraan sebelumnya. Kenaikan harga baja di pasar Amerika Serikat turut memperkuat prospek pendapatan perusahaan.

Selain dari bisnis baja, Nippon Steel juga memperkirakan penguatan harga bahan baku akan memberikan tambahan keuntungan bagi lini usaha material mentah.

Perusahaan turut memperoleh dorongan dari keuntungan satu kali sebesar 96 miliar yen berupa kredit pajak di negara bagian Arkansas. Insentif tersebut berkaitan dengan belanja modal yang dilakukan perusahaan.

Sebagai perbandingan, Nippon Steel membukukan laba bersih sebesar 17 miliar yen pada tahun fiskal 2025. Dengan proyeksi terbaru tersebut, perusahaan memperkirakan kinerja keuangannya akan meningkat signifikan hingga penutupan tahun fiskal pada Maret 2027. (AY)