JAKARTA, djakartanetwork.com – Pengobatan tradisional untuk meredakan sakit gigi masih menjadi pilihan sebagian masyarakat, termasuk penggunaan getah putih dari tanaman kamboja. Namun, cara tersebut perlu diwaspadai karena belum ada bukti klinis yang memadai bahwa getah kamboja mampu menyembuhkan gigi berlubang. Penggunaannya secara langsung di dalam mulut justru berisiko menimbulkan iritasi.
Kamboja dikenal sebagai tanaman hias yang mengeluarkan getah putih ketika batang atau bagian tanamannya terluka. Meski berasal dari tanaman, getah tersebut tidak otomatis aman digunakan sebagai obat. Queensland Poisons Information Centre menjelaskan bahwa getah kamboja dapat mengiritasi kulit dan mata, sedangkan paparan melalui mulut berpotensi menimbulkan gangguan jika tertelan.
Risiko ini menjadi perhatian ketika getah dioleskan langsung pada gigi yang sedang sakit. Jaringan di dalam mulut cukup sensitif, terlebih apabila gusi sedang meradang atau terdapat luka. Karena manfaatnya untuk mengatasi gigi berlubang belum terbukti secara klinis, penggunaan getah kamboja sebaiknya dihindari.
Gigi berlubang tidak cukup diatasi dengan bahan oles
Rasa sakit pada gigi berlubang umumnya berkaitan dengan kerusakan jaringan gigi. Jika lubang semakin dalam dan mendekati bagian saraf, keluhan dapat bertambah berat. Dalam kondisi tertentu, kerusakan juga dapat disertai infeksi yang membutuhkan penanganan dokter gigi.
Penanganan harus disesuaikan dengan tingkat kerusakan. Dokter gigi dapat menyarankan penambalan jika kondisi masih memungkinkan atau prosedur lain apabila kerusakan sudah lebih lanjut. Karena itu, penggunaan bahan tradisional tanpa pemeriksaan berisiko menunda penanganan yang sebenarnya dibutuhkan
Sebelum mendapatkan pemeriksaan, berkumur dengan air garam hangat dapat membantu menjaga kebersihan mulut dan meredakan ketidaknyamanan sementara. Air kumur harus dibuang, bukan ditelan. Hindari pula makanan atau minuman yang terlalu panas, dingin, maupun manis apabila memperburuk rasa sakit.
Sikat gigi secara perlahan menggunakan sikat berbulu lembut. Jika membutuhkan obat pereda nyeri, konsultasikan pilihan dan aturan pakainya dengan dokter atau apoteker, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, atau orang yang memiliki kondisi medis tertentu.
Langkah tersebut bukan pengganti perawatan gigi. Pemeriksaan dokter gigi diperlukan apabila sakit berlangsung lebih dari dua hari, tidak membaik, atau disertai pembengkakan pada pipi maupun rahang.
Pembengkakan gusi atau wajah, demam, munculnya rasa tidak enak di mulut, serta kesulitan membuka mulut dapat menjadi tanda masalah yang membutuhkan penanganan segera. Apabila pembengkakan menyebabkan kesulitan bernapas atau menelan, pasien harus segera mendapatkan pertolongan medis darurat.
Masyarakat perlu lebih cermat dalam memilih cara pengobatan, termasuk ketika menggunakan bahan yang dianggap alami. Untuk sakit gigi berlubang, langkah paling aman bukan mencoba mengoleskan getah kamboja, melainkan mencari tahu penyebab nyeri dan memperoleh perawatan sesuai kondisi gigi. (AY)


