JAKARTA, djakartanetwork.com – Saham Intel mengalami tekanan tajam setelah perusahaan semikonduktor asal Amerika Serikat tersebut merilis proyeksi keuangan kuartal IV 2026 yang berada di bawah ekspektasi pasar. Dalam perdagangan sebelum pembukaan bursa (premarket), saham Intel dilaporkan anjlok hingga 25%.
Kondisi ini cukup mengejutkan mengingat kinerja keuangan Intel pada kuartal III justru menunjukkan hasil positif. Perusahaan mencatatkan laba per saham yang disesuaikan sebesar US$0,52, melampaui perkiraan analis sebesar US$0,40.
Dari sisi pendapatan, Intel membukukan US$16,5 miliar atau tumbuh 21% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Raihan tersebut juga sedikit lebih tinggi dari konsensus analis sebesar US$16,48 miliar.
Namun, capaian tersebut tidak cukup meyakinkan investor. Perhatian pasar justru tertuju pada proyeksi pendapatan kuartal IV yang diperkirakan hanya berada di kisaran US$15 miliar hingga US$16 miliar.
Angka itu berada di bawah perkiraan analis yang sebelumnya mematok pendapatan Intel sebesar US$17,08 miliar. Pada titik tengah proyeksi, terdapat selisih sekitar 9% dari ekspektasi pasar.
Intel juga memperkirakan laba per saham yang disesuaikan hanya mencapai US$0,25. Proyeksi tersebut jauh dari perkiraan analis sebesar US$0,44 per saham.
Situasi ini memperlihatkan bahwa pasar tidak hanya menilai kinerja perusahaan dari hasil yang sudah dicapai, tetapi juga mempertimbangkan prospek bisnis ke depan.
Di tengah meningkatnya kebutuhan prosesor untuk pusat data, investor masih menunggu kepastian apakah pertumbuhan bisnis Intel mampu berlanjut pada kuartal berikutnya. (AY)



