LOMBOK, djakartanetwork.com – Selisih waktu yang sangat tipis di sejumlah kelas mewarnai Race 1 Kejuaraan Nasional Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) 2026 putaran keempat di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (19/9/2026). Dari enam kelas yang dipertandingkan, enam pembalap berbeda berhasil mengamankan kemenangan.
Hasil tersebut memperlihatkan persaingan yang tidak hanya ditentukan oleh kecepatan motor, tetapi juga konsistensi pembalap dalam menjaga ritme hingga garis finis. Catatan waktu di beberapa kelas bahkan menunjukkan betapa kecilnya jarak yang memisahkan para pesaing.
Di kelas Junior Sport 250 cc U-18, M. Abid Ashar Musyafa merebut kemenangan dengan catatan waktu 14 menit 52,728 detik setelah menuntaskan delapan lap. Ia hanya unggul 0,050 detik atas Bintang Pranata Sukma. Muhammad Nabil Zahsena menyusul di posisi ketiga dengan selisih 0,150 detik dari pemenang.
Persaingan rapat juga terlihat di kelas National Supersport 600 cc. Herjun Atna Firdaus dari Astra Honda Racing Team menuntaskan 10 lap dalam waktu 16 menit 31,511 detik. Muhammad Faerozi Toreqottullah finis kedua dengan selisih 0,244 detik, sedangkan Fadillah Arbi Aditama menempati posisi ketiga dengan selisih 0,355 detik.
Hasil tersebut memperlihatkan bahwa keunggulan di kelas balap motor tidak selalu berarti dominasi dengan jarak waktu yang lebar. Ketelitian mengambil tikungan, menjaga momentum, serta memaksimalkan performa motor menjadi bagian penting dalam perebutan posisi terdepan.
Di kelas National Sport 250 cc, Irfan Ardiansyah keluar sebagai pemenang setelah menyelesaikan 10 lap dalam waktu 18 menit 09,104 detik. Pembalap asal Jawa Tengah yang memperkuat Honda NWN TUS Ilegal Racing Team itu unggul 8,745 detik atas Candra H. Gerry Salim melengkapi podium di posisi ketiga.
Irfan juga mencatatkan lap tercepat dengan waktu 1 menit 48,544 detik. Catatan tersebut hanya terpaut 0,002 detik dari waktu lap tercepat Gerry Salim, yang membukukan 1 menit 48,546 detik.
Sementara itu, Fahmi Basam menguasai kelas National Sport 150 cc. Pembalap asal DKI Jakarta tersebut menyelesaikan delapan lap dalam waktu 15 menit 24,062 detik. Fadli Rigani finis kedua, disusul Irfan Ardiansyah di posisi ketiga.
Meski menjadi pemenang, Fahmi bukan pemilik lap tercepat di kelas tersebut. Catatan itu diraih Irfan dengan waktu 1 menit 53,955 detik pada lap keempat. Perbedaan ini menunjukkan bahwa kecepatan dalam satu putaran dan kemampuan mempertahankan performa sepanjang balapan merupakan dua aspek yang berbeda
Pembalap Muda Mendapat Panggung
Persaingan pembalap muda turut menjadi perhatian melalui kelas Indonesia Junior Talent Cup (IJTC) U-15. Kenzie Akbar Da Ninos keluar sebagai pemenang setelah menuntaskan delapan lap dalam waktu 16 menit 49,546 detik.
Resky YH finis di posisi kedua dengan selisih 0,359 detik, sedangkan Bintang Pranata Sukma menempati posisi ketiga dengan selisih 0,636 detik.
Hasil tersebut menunjukkan ketatnya persaingan di kelompok usia muda. Selisih waktu yang relatif kecil di antara tiga pembalap terdepan menjadi gambaran kompetisi yang menuntut konsentrasi dan pengambilan keputusan secara cepat.
Pada kelas Underbone 150 cc, M. Syirat Syauki menjadi pembalap tercepat dengan waktu 15 menit 47,647 detik. Riyan Ananda berada di posisi kedua dengan selisih 2,058 detik, sedangkan Dimas Juliatmoko finis ketiga dengan selisih 2,116 detik.
Meski demikian, Fadli Rigani mencatatkan lap tercepat di kelas tersebut dengan waktu 1 menit 56,781 detik. Artinya, pembalap yang membukukan putaran tercepat tidak selalu menjadi pemenang balapan.
Putaran keempat MRS 2026 diikuti 108 starter, terdiri atas 80 pembalap di empat kelas Kejurnas dan 28 pembalap pada dua kelas pendukung. Ajang ini menjadi bagian dari rangkaian kompetisi nasional yang menyediakan ruang bagi pembalap untuk mengembangkan kemampuan dan menguji performa di lintasan.
Pertamina Mandalika Racing Series diselenggarakan melalui kolaborasi PRIDE Motorsport, Mandalika Grand Prix Association (MGPA), dan Ikatan Motor Indonesia (IMI). Selain mengejar hasil kompetitif, kejuaraan ini juga menjadi salah satu tahapan pembinaan bagi talenta balap motor Indonesia.
Race 1 putaran keempat memperlihatkan bahwa persaingan di lintasan berlangsung dalam beragam bentuk. Ada pembalap yang unggul melalui selisih waktu cukup besar, ada pula yang harus menentukan kemenangan hanya dalam hitungan seperseratus detik.
Bagi para pembalap, hasil tersebut menjadi modal untuk menghadapi balapan berikutnya. Bagi dunia balap nasional, kompetisi yang ketat menjadi bagian penting dalam mengukur kemampuan, konsistensi, dan kesiapan pembalap untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi.
(SH/MGPA)



