Warning: Undefined variable $args in /home/ifaa8831/public_html/djakartanetwork.com/wp-content/themes/wpnews/inc/shortcode-bacajuga.php on line 56

JAKARTA, djakartanetwork.com – Terong Belanda atau tamarillo merupakan buah yang dapat menjadi pilihan untuk melengkapi kebutuhan nutrisi harian. Buah dengan cita rasa asam-manis ini mengandung vitamin C, serat, kalium, serta senyawa antioksidan yang berperan dalam menjaga fungsi tubuh.

Kandungan tersebut membuat terong Belanda menarik sebagai bagian dari pola makan sehat. Meski demikian, manfaatnya perlu dipahami secara proporsional karena mengonsumsi buah ini tidak secara langsung menyembuhkan penyakit tertentu.

Salah satu kandungan penting terong Belanda adalah vitamin C. Nutrisi ini berperan dalam mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh, membantu pembentukan kolagen, serta meningkatkan penyerapan zat besi dari makanan.

Buah ini juga mengandung senyawa antioksidan, seperti polifenol, antosianin, dan karotenoid. Senyawa tersebut membantu melindungi sel dari stres oksidatif akibat radikal bebas. Namun, keberadaan antioksidan tidak berarti konsumsi terong Belanda otomatis mencegah atau mengobati penyakit kronis.

Selain itu, kandungan seratnya dapat membantu menjaga fungsi pencernaan dan keteraturan buang air besar. Sementara itu, kalium berperan dalam fungsi saraf, otot, dan pengaturan tekanan darah. Asupan kalium yang cukup menjadi salah satu bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan jantung.

Cara Mengonsumsi Terong Belanda

Terong Belanda dapat dikonsumsi secara langsung setelah dicuci bersih. Daging buahnya bisa dimakan menggunakan sendok atau diolah menjadi jus dan campuran makanan.

Mengonsumsi buah dalam bentuk utuh menjadi pilihan yang baik untuk mempertahankan serat. Jika diolah menjadi jus, sebaiknya hindari penambahan gula, susu kental manis, atau sirup secara berlebihan agar asupan gula tambahan tetap terkendali.

Sebelum dikonsumsi, buah perlu dicuci dengan air mengalir. Kulitnya dapat terasa pahit atau sepat, sehingga sebagian orang memilih mengupasnya. Pastikan buah dalam kondisi segar dan tidak menunjukkan tanda pembusukan.

Berapa Banyak Terong Belanda yang Boleh Dikonsumsi?

Tidak ada aturan medis universal yang menetapkan jumlah khusus terong Belanda yang wajib dikonsumsi setiap hari. Jumlahnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan energi, pola makan, dan toleransi masing-masing orang.

Sebagai panduan praktis, satu porsi buah berukuran sedang dapat dijadikan titik awal, kemudian disesuaikan dengan ukuran buah dan kebutuhan individu. Terong Belanda juga sebaiknya divariasikan dengan buah lain agar asupan nutrisi lebih beragam.

Orang yang memiliki penyakit ginjal atau harus membatasi asupan kalium perlu berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum mengonsumsi buah kaya kalium dalam jumlah besar. Bagi orang yang memiliki lambung sensitif, rasa asam buah ini juga dapat memicu ketidaknyamanan pada sebagian orang.

Bukan Pengganti Obat

Sejumlah penelitian mengenai senyawa dalam terong Belanda menunjukkan potensi manfaat terhadap berbagai proses biologis. Namun, bukti tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa buah ini dapat digunakan sebagai pengobatan utama untuk diabetes, kolesterol tinggi, atau penyakit lainnya.

Karena itu, terong Belanda sebaiknya ditempatkan sebagai bagian dari pola makan seimbang yang juga mencakup sayuran, sumber protein, biji-bijian, dan buah-buahan lain.

Bagi masyarakat yang memiliki penyakit tertentu, konsumsi buah tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan anjuran tenaga medis. Pola makan sehat akan memberikan manfaat lebih optimal apabila disertai aktivitas fisik, istirahat cukup, dan pemeriksaan kesehatan sesuai kebutuhan. (MY)