JAKARTA, djakartanetwork.com – Produsen mobil premium asal Jerman, Audi, mempertimbangkan penambahan investasi sebesar US$3 miliar untuk memperluas pembangunan fasilitas perakitan kendaraan di Georgia, Amerika Serikat. Rencana ekspansi tahap kedua tersebut berpotensi menambah sekitar 3.000 lapangan kerja hingga 2033.
Mengutip laporan Reuters, Kamis (5/11/2026), rencana penambahan investasi itu terungkap melalui dokumen yang dirilis Mid-Georgia Gateway Development Authority. Jika terealisasi, nilai investasi Audi di Georgia dapat meningkat menjadi sekitar US$7 miliar dari rencana awal sebesar US$4 miliar.
Sebelumnya, Audi telah mengumumkan pembangunan fasilitas produksi pertamanya di Amerika Serikat pada 25 Oktober 2026. Pabrik yang berlokasi di kawasan Middle Georgia, dekat Macon, tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi hingga 200.000 unit kendaraan jenis SUV per tahun.
Tahap pertama proyek itu diperkirakan menciptakan sekitar 4.500 lapangan kerja. Sementara ekspansi lanjutan berpotensi meningkatkan jumlah tenaga kerja sebanyak 3.000 orang, sehingga total kebutuhan pekerja dapat mencapai sekitar 7.500 orang.
Pembangunan fasilitas produksi dijadwalkan memasuki tahap awal pada 2027, dengan operasional produksi direncanakan dimulai pada awal dekade 2030-an.
Langkah Audi memperkuat basis produksinya di Amerika Serikat juga berkaitan dengan strategi perusahaan untuk mendekatkan produksi dengan pasar konsumen Amerika Utara. Selain memperluas kapasitas manufaktur, produksi lokal diharapkan dapat memperkuat daya saing perusahaan di tengah dinamika perdagangan internasional dan kebijakan tarif impor.
Pemerintah negara bagian Georgia turut memberikan dukungan berupa insentif pajak, hibah infrastruktur, serta pengembangan fasilitas pendukung untuk menarik investasi tersebut.
Meski demikian, penambahan investasi US$3 miliar masih berstatus rencana yang sedang dipertimbangkan. Audi belum memberikan komentar terkait kemungkinan realisasi ekspansi tahap kedua tersebut.
Jika seluruh rencana berjalan sesuai target, Georgia berpotensi menjadi salah satu pusat penting produksi kendaraan premium Audi di Amerika Utara. (Jo)



