LONDON, djakartanetwork.com – Jalan menuju Formula 1 tidak hanya ditentukan oleh kecepatan di lintasan. Bagi Haas, kemampuan beradaptasi, mengendalikan tekanan, dan berkembang bersama tim menjadi pertimbangan penting dalam memilih Rafael Câmara sebagai pembalap untuk musim 2027.

Kepala tim Haas, Ayao Komatsu, mengungkapkan bahwa dirinya melihat potensi besar pada pembalap muda asal Brasil tersebut. Penilaian itu tidak semata-mata didasarkan pada hasil balapan, tetapi juga cara Câmara merespons tantangan ketika menguji mobil Formula 1.

Dalam wawancara eksklusif dengan Formula 1 yang dipublikasikan pada Jumat (16/10/2026), Komatsu menjelaskan bahwa Câmara menunjukkan kemampuan beradaptasi yang menjanjikan saat menjalani tes mobil Haas di Portimão, Portugal, pada Agustus 2026.

Menurut Komatsu, kemampuan pembalap memahami perubahan kondisi lintasan dan memperbaiki performa dari satu sesi ke sesi berikutnya menjadi aspek penting dalam evaluasi. Sikap tenang dan fokus terhadap hal-hal yang dapat dikendalikan juga dinilai sebagai modal untuk menghadapi persaingan di level tertinggi.

Câmara bukan nama baru dalam program pembinaan pembalap Ferrari. Pembalap Brasil tersebut merupakan bagian dari Ferrari Driver Academy dan menunjukkan perkembangan signifikan dalam kompetisi junior.

Ia meraih gelar juara Formula 3 pada 2025 sebelum melanjutkan kiprahnya di Formula 2 pada 2026. Performa tersebut memperkuat reputasinya sebagai salah satu talenta muda yang layak diperhitungkan untuk naik ke Formula 1.

Haas kemudian mengumumkan perekrutan Câmara untuk musim 2027 dengan kontrak multi-tahun. Keputusan tersebut menjadi bagian dari upaya tim membangun fondasi jangka panjang melalui pembalap yang dinilai masih memiliki ruang besar untuk berkembang.

Komatsu mengatakan tim ingin tumbuh bersama Câmara sekaligus memaksimalkan potensinya. Pernyataan itu mengisyaratkan bahwa Haas tidak hanya mempertimbangkan hasil jangka pendek, tetapi juga proses pengembangan pembalap dalam lingkungan kompetisi Formula 1 yang menuntut konsistensi tinggi.

Sementara itu, posisi Ollie Bearman untuk mendampingi Câmara pada 2027 masih menjadi perhatian. Komatsu menyampaikan pandangan positif terhadap Bearman, tetapi susunan lengkap pembalap Haas untuk musim tersebut belum diumumkan secara resmi dalam wawancara yang menjadi rujukan berita ini.

Bagi Câmara, tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa performanya di kategori junior dan hasil evaluasi tes dapat diterjemahkan menjadi konsistensi di Formula 1. Bagi Haas, keputusan merekrutnya merupakan investasi terhadap potensi yang harus dibuktikan di lintasan. (AP)