JAKARTA, djakartanetwork.com — X Games mulai memperluas model bisnisnya melalui MoonPay X Games League (XGL), sebuah format kompetisi berbasis klub yang dirancang untuk membangun persaingan sepanjang musim. Strategi ini sekaligus membuka peluang komersial baru melalui kemitraan sponsor, distribusi konten digital, dan keterlibatan penggemar.

 

Format liga tersebut mulai diterapkan pada 2026. Berbeda dari kompetisi yang berpusat pada satu penyelenggaraan, XGL menghadirkan sistem pengumpulan poin antarklub untuk menentukan juara musim. Dengan model ini, perhatian penonton diharapkan tidak hanya tertuju pada satu event, tetapi juga mengikuti perjalanan tim dan atlet sepanjang kompetisi.

 

XGL memiliki delapan klub yang terbagi dalam dua kelompok, yakni empat klub untuk musim panas dan empat klub untuk musim dingin. Atlet direkrut melalui mekanisme draft, sementara sistem kompetisi menggabungkan performa individu dengan perolehan poin klub.

 

Untuk musim dingin 2027, X Games menjadwalkan tiga seri kompetisi di Aspen, Amerika Serikat, pada 29–31 Januari; Calgary, Kanada, pada 19–21 Februari; serta Ruka, Finlandia, pada 9–11 April. Rangkaian tersebut memperluas jangkauan liga ke sejumlah pasar di Amerika Utara dan Eropa.

 

Dari sisi komersial, X Games menjalin kemitraan utama selama tiga tahun dengan MoonPay, perusahaan yang bergerak di bidang pembayaran aset kripto. MoonPay menjadi sponsor utama sekaligus mitra eksklusif liga untuk kategori keuangan, perbankan, dan kripto.

 

X Games juga menggandeng perusahaan dari sejumlah sektor industri. Monster Energy dan Stake tercatat sebagai mitra pendiri liga, sedangkan Google Cloud menjadi mitra resmi untuk teknologi cloud dan kecerdasan buatan. Amazon turut terlibat sebagai mitra ritel daring resmi.

 

Kehadiran mitra dari berbagai sektor memperlihatkan upaya X Games membangun sumber pendapatan yang tidak hanya bergantung pada penjualan tiket. Kemitraan dapat dikembangkan melalui aktivasi merek di lokasi acara, promosi digital, konten atlet, dan pengalaman interaktif bagi penggemar.

 

Distribusi konten menjadi bagian lain dari strategi tersebut. X Games memanfaatkan siaran, layanan streaming, media sosial, dan kanal digital untuk memperluas jangkauan kompetisi. Konten mengenai atlet, persaingan antarklub, serta aktivitas di balik layar dapat menjaga keterlibatan audiens di luar hari perlombaan.

 

Pada September 2026, XGL juga mengumumkan kemitraan dengan TOGETHXR, perusahaan media yang berfokus pada olahraga perempuan. Kolaborasi ini mencakup pengembangan cerita atlet, dokumenter, konten di balik layar, dan materi media sosial.

 

Model tersebut memberikan ruang bagi sponsor untuk menjangkau audiens melalui beragam format, sekaligus memperpanjang masa eksposur merek. Bagi penyelenggara, konten digital juga menjadi sarana membangun hubungan dengan penggemar di antara satu seri kompetisi dan seri berikutnya.

 

Meski demikian, keberhasilan format liga tidak hanya ditentukan oleh jumlah sponsor. X Games perlu mempertahankan kualitas kompetisi, menjaga minat penonton, dan menunjukkan manfaat kemitraan secara terukur agar model bisnis tersebut dapat berkelanjutan.

 

Melalui XGL, X Games berupaya menggabungkan olahraga ekstrem, hiburan, dan distribusi digital dalam satu ekosistem bisnis. Perkembangan liga ini akan menjadi ujian bagi penyelenggara dalam mengubah popularitas olahraga aksi menjadi hubungan komersial jangka panjang dengan penggemar dan mitra global. (AY)