Warning: Undefined variable $args in /home/ifaa8831/public_html/djakartanetwork.com/wp-content/themes/wpnews/inc/shortcode-bacajuga.php on line 56
SEMARANG, djakartanetwork.com – Persaingan gelar juara umum Superchallenge Superprix 2026 memasuki babak akhir. Sirkuit Mijen, Semarang, Jawa Tengah, menjadi arena penentuan pada 23–24 Oktober 2026, dengan sejumlah pembalap unggulan membawa modal berbeda menjelang seri penutup musim.
Putaran kelima ini diperkirakan menjadi panggung persaingan ketat di berbagai kelas. Sejumlah pembalap telah mengamankan posisi kuat dalam klasemen, sementara lainnya masih harus berjuang menjaga peluang meraih gelar juara umum.
Di kategori 4 Tak Novice, Reykat Yusuf Fadilah dilaporkan telah memastikan gelar juara setelah membangun keunggulan 53 poin atas Chesy Meilandri. Hasil tersebut menempatkan Reykat dalam posisi aman menjelang balapan pamungkas.
Situasi berbeda terjadi di kategori 4 Tak Expert. Akbar Abud Afdalah memimpin klasemen dengan keunggulan 58 poin. Ia dilaporkan hanya membutuhkan tambahan empat poin untuk mengunci gelar juara umum. Konsistensi dalam balapan final menjadi faktor penting bagi pembalap tersebut untuk menuntaskan musim dengan hasil maksimal.
Persaingan yang lebih terbuka tersaji di kategori 2 Tak Expert. Aldiaz Aqsal Ismaya memimpin dengan selisih 14 poin dari Lucky Hendriansyah. Keunggulan tersebut belum cukup untuk menghilangkan tekanan, sehingga hasil balapan di Mijen berpotensi menentukan arah perebutan gelar.
Sementara itu, di kategori 2 Tak Novice, HF Rasya berada di posisi terdepan dengan keunggulan 31 poin atas Ragazzo Kautsar. Posisi tersebut memberikan keuntungan bagi Rasya, meski hasil akhir tetap bergantung pada performanya di lintasan serta hasil yang diraih para pesaing.
Persaingan juga berlangsung di kelas khusus Underbone. Alfi Husni memimpin klasemen dengan selisih 21 poin. Dengan masih tersedianya poin yang diperebutkan, persaingan di kelas ini belum sepenuhnya berakhir.
13 Kelas Meramaikan Seri Penutup
Superchallenge Superprix 2026 Seri 5 menghadirkan 13 kelas yang terdiri atas kategori Expert, Novice, kelas khusus, dan kelas pendukung. Sejumlah kelas pendukung di antaranya Bebek 2T STD 125 cc, Bebek 2T STD 116 cc ex-rider, serta kelas lokal Jawa Tengah untuk Bebek 2T STD 125 cc dan Bebek 4T TU 130 cc.
Rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung selama dua hari. Jumat, 23 Oktober, diisi agenda persiapan, latihan, kualifikasi, dan sesi balapan sesuai jadwal masing-masing kelas. Pada Sabtu, 24 Oktober, rangkaian dilanjutkan dengan sesi pemanasan dan balapan utama.
Sirkuit Mijen menjadi titik akhir perjalanan para pembalap sepanjang musim ini. Selain mengejar kemenangan pada masing-masing race, mereka juga dituntut menjaga konsistensi agar dapat mengakhiri kejuaraan dengan hasil terbaik.
Final di Semarang pun menjadi ujian terakhir bagi para pemimpin klasemen. Keunggulan poin memberikan modal penting, tetapi performa di lintasan tetap menjadi penentu sebelum gelar juara umum resmi ditetapkan.
Catatan redaksi: Data klasemen dalam tulisan ini mengacu pada laporan menjelang final. Hasil kualifikasi, posisi start, dan hasil akhir setiap kelas perlu diperbarui berdasarkan pengumuman resmi penyelenggara setelah balapan berlangsung. (AY)


