JAKARTA, djakartanetwork.com – Pasar valuta asing global bergerak beragam pada perdagangan Selasa (20/10/2026). Poundsterling Inggris dan euro mencatat penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS), tetapi ketidakpastian harga energi dan risiko geopolitik masih membayangi arah pergerakan mata uang utama dunia.

Mengutip laporan Investing.com pada 20 Oktober 2026, pasangan mata uang GBP/USD tercatat naik 0,35% ke level US$1,3352. Sementara itu, EUR/USD menguat 0,19% ke US$1,1233.

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa poundsterling dan euro masih mampu mencatat kenaikan di tengah perdagangan yang relatif tenang. Namun, penguatan kedua mata uang itu belum menghilangkan ketidakpastian yang menyelimuti pasar global.

Dolar AS sendiri bergerak bervariasi terhadap mata uang lainnya. Mata uang tersebut melemah terhadap sejumlah mata uang negara pengekspor komoditas, tetapi justru menguat terhadap yen Jepang dan franc Swiss.

Chris Turner dari ING menilai perdagangan pada awal pekan berlangsung relatif tenang. Meski demikian, sejumlah risiko utama yang sebelumnya menjadi perhatian pelaku pasar belum mengalami perubahan berarti.

Salah satu faktor yang terus dicermati adalah harga energi yang bertahan tinggi. Kondisi tersebut membatasi ruang penurunan imbal hasil obligasi sekaligus mempertahankan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi dan prospek ekonomi global.

Ketegangan geopolitik juga menambah ketidakpastian. Turner menyoroti kekhawatiran mengenai kemungkinan Amerika Serikat dan Israel kembali melancarkan serangan terhadap Iran sebelum pemilihan paruh waktu AS. Perkembangan tersebut berpotensi memengaruhi sentimen investor, terutama melalui perubahan harga energi dan persepsi risiko di pasar keuangan.

Selain persoalan geopolitik, risiko fiskal Prancis turut menjadi perhatian pelaku pasar. Ketidakpastian mengenai kondisi anggaran negara tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi sentimen terhadap euro.

Bagi pelaku pasar, penguatan poundsterling dan euro dalam perdagangan tersebut belum cukup untuk memastikan perubahan tren mata uang global. Arah berikutnya masih bergantung pada perkembangan harga energi, situasi geopolitik, serta respons pasar terhadap risiko ekonomi dan fiskal.

Dengan demikian, perhatian pasar valuta asing tidak hanya tertuju pada perubahan kurs harian, tetapi juga pada perkembangan yang dapat mengubah ekspektasi investor terhadap perekonomian global dan kebijakan keuangan ke depan. (SH)