Warning: Undefined variable $args in /home/ifaa8831/public_html/djakartanetwork.com/wp-content/themes/wpnews/inc/shortcode-bacajuga.php on line 56
JAKARTA, djakartanetwork.com — Olahan dendeng sapi menjadi menu utama yang ditawarkan Nasi Dendeng Minang Pride di kawasan Melawai, Blok M, Jakarta Selatan. Restoran ini mengemas cita rasa Minang dalam sajian nasi dan dendeng batokok dengan pilihan sambal, sebagai alternatif kuliner praktis bagi pengunjung kawasan tersebut.
Menu dendeng disajikan bersama nasi hangat dan pelengkap, termasuk tumis buncis berbumbu bawang putih. Pilihan sambalnya mencakup balado, lado hijau, dan sambal matah. Pengunjung juga dapat memilih menu kombinasi dengan tambahan paru crispy.
Berdasarkan informasi direktori bisnis, gerai Minang Pride di Jalan Melawai IV No. 2–3 beroperasi setiap hari pukul 09.30 hingga 22.00 WIB. Informasi jam operasional dapat berubah, sehingga pengunjung disarankan memeriksanya kembali sebelum datang.
Dari sisi harga, daftar menu Minang Pride di sejumlah platform pemesanan mencantumkan paket nasi dendeng dengan tambahan paru crispy sekitar Rp45.000. Harga tersebut merupakan acuan dari daftar menu daring dan belum tentu sama dengan harga makan di tempat di cabang Blok M.
Hingga penelusuran dilakukan, belum ditemukan informasi terverifikasi mengenai promo rutin yang berlaku khusus pada hari tertentu di cabang Blok M. Informasi mengenai diskon, paket hemat, atau promosi akhir pekan perlu dikonfirmasi langsung kepada pengelola.
Sementara itu, nama Minang Pride telah muncul dalam pemberitaan kuliner pada 2015, saat gerainya berada di kawasan Southbox, Jakarta Selatan. Namun, belum ada informasi yang memastikan kesinambungan usaha tersebut dengan gerai yang kini beroperasi di Blok M, termasuk tanggal pembukaan cabang ini.
Dengan mengandalkan dendeng batokok sebagai produk utama, Minang Pride menawarkan konsep kuliner Minang yang lebih terfokus dibandingkan rumah makan Padang dengan beragam pilihan lauk. Konsistensi rasa, kualitas daging, harga, dan pelayanan menjadi faktor penting untuk menjaga daya tarik restoran di tengah persaingan kuliner Jakarta. (SH)


