JAKARTA, djakartanetwork.com – Paus Leo XIV memulai perjalanan apostolik selama 12 hari ke Amerika Selatan pada Jumat (6/11/2026). Kunjungan ke Uruguay, Argentina, dan Peru tersebut menjadi agenda penting bagi pemimpin tertinggi Gereja Katolik itu, sekaligus perjalanan yang memiliki makna pribadi dalam kehidupannya.

Perjalanan ini mendapat perhatian karena dilakukan sekitar satu bulan setelah Paus Leo menjalani operasi kanker paru-paru. Meski demikian, Vatikan memastikan kondisi kesehatannya telah pulih sepenuhnya dan tidak memerlukan tindakan pencegahan khusus selama lawatan berlangsung.

Dalam agenda yang dijadwalkan berakhir pada 17 November 2026, Paus Leo akan menempuh perjalanan sekitar 31.000 kilometer, mengunjungi 10 kota, serta menyampaikan 36 pidato.

Kunjungan tersebut juga memiliki nilai historis. Paus Leo merupakan pemimpin Gereja Katolik pertama yang lahir di Amerika Serikat dan kembali melakukan perjalanan ke kawasan Amerika Selatan yang selama puluhan tahun menjadi tempat pengabdiannya sebagai misionaris.

Sebelum terpilih sebagai paus, Leo menghabiskan sebagian besar perjalanan hidupnya di Peru. Ia bahkan memperoleh kewarganegaraan negara tersebut setelah lama menjalankan pelayanan keagamaan di sana.

Karena itu, kunjungan ke Peru bukan sekadar agenda diplomatik dan keagamaan. Paus Leo menyebut perjalanan tersebut sebagai momen kembali ke tempat-tempat yang memiliki kedekatan khusus dalam kehidupannya.

Reuters melaporkan, perjalanan ini diperkirakan menarik jutaan umat Katolik. Lawatan tersebut juga menjadi salah satu perjalanan luar negeri paling padat yang dijalani seorang pemimpin Gereja Katolik dalam beberapa dekade terakhir.

Dengan agenda yang mencakup tiga negara, 10 kota, dan puluhan pidato, perjalanan Paus Leo menjadi perhatian dunia, terutama karena berlangsung setelah dirinya melewati masa pemulihan dari operasi paru-paru. (SH)