JAKARTA, djakartanetwork.com – Ekspansi ke pasar internasional semakin menjadi andalan BYD dalam menjaga pertumbuhan bisnisnya. Produsen kendaraan listrik asal China tersebut mencatat kenaikan penjualan selama enam bulan berturut-turut hingga Oktober 2026, meskipun persaingan di pasar domestiknya semakin ketat.

Berdasarkan data penjualan yang dirilis perusahaan pada Minggu (1/11/2026), BYD membukukan penjualan sebanyak 490.168 kendaraan sepanjang Oktober. Jumlah tersebut meningkat 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Namun, laju pertumbuhan tersebut melambat dibandingkan September 2026 yang mencatat kenaikan tahunan sebesar 17 persen.

Di tengah perlambatan pasar domestik, pengiriman kendaraan ke luar negeri justru menunjukkan perkembangan signifikan. Ekspor BYD mencapai 170.194 unit pada Oktober, melonjak 102,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja ekspor tersebut menjadi salah satu penopang penting bagi perusahaan dalam mempertahankan pertumbuhan penjualan. Pasar internasional semakin strategis ketika permintaan kendaraan di China menghadapi tekanan dan persaingan harga antarpabrikan semakin agresif.

Meski mencatat pertumbuhan penjualan, BYD masih menghadapi tantangan dari sisi profitabilitas. Pada kuartal III 2026, pertumbuhan laba perusahaan melambat menjadi 28 persen secara tahunan dan berada di bawah perkiraan analis.

Persaingan yang semakin ketat juga mendorong produsen kendaraan China memperluas penetrasi ke pasar luar negeri. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan persaingan antarmerek, terutama di kawasan Eropa yang mulai memperketat perhatian terhadap masuknya kendaraan asal China.

Dengan capaian tersebut, BYD menunjukkan bahwa pasar ekspor memiliki peran semakin besar dalam menjaga kinerja penjualan perusahaan. Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan volume penjualan dapat berjalan seiring dengan peningkatan keuntungan. (AY)