JAKARTA, djakartanetwork.com – Produsen otomotif asal Jerman, BMW Group, kembali merevisi proyeksi kinerja keuangannya untuk 2026. Melemahnya permintaan kendaraan di China serta meningkatnya biaya restrukturisasi membuat perusahaan memangkas target margin keuntungan bisnis otomotifnya secara signifikan.

Dalam revisi terbaru yang diumumkan pada 3 November 2026, BMW memperkirakan margin EBIT segmen otomotif berada di kisaran minus 0,5 persen hingga positif 0,5 persen. Angka tersebut turun jauh dibandingkan proyeksi sebelumnya yang masih berada pada rentang 1 hingga 3 persen.

Pemangkasan ini menjadi revisi kedua dalam lima bulan terakhir. Tekanan pasar China menjadi salah satu faktor yang membebani kinerja produsen mobil premium tersebut, terutama karena persaingan dengan merek otomotif lokal semakin ketat.

Kondisi tersebut mendorong BMW mempercepat langkah penataan organisasi dan pengurangan biaya operasional. Perusahaan juga berencana memangkas posisi manajemen lebih cepat dibandingkan jadwal yang sebelumnya telah diumumkan.

BMW menyebut perluasan dan intensifikasi langkah restrukturisasi serta penyesuaian portofolio produk akan menimbulkan beban keuangan tambahan pada kuartal IV 2026.

Selain menurunkan proyeksi margin keuntungan, perusahaan juga memperkirakan pengiriman kendaraan pada segmen otomotif sepanjang 2026 mengalami penurunan moderat dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski demikian, BMW masih mempertahankan target arus kas bebas atau free cash flow dari bisnis otomotif di atas 2,5 miliar euro sepanjang tahun ini.

Di tengah tekanan tersebut, BMW juga berupaya memperkuat daya saing melalui penataan portofolio kendaraan dan pengembangan generasi baru produk Neue Klasse. Perusahaan berharap langkah efisiensi dan pembaruan teknologi dapat memperbaiki profitabilitas dalam beberapa tahun mendatang.

Situasi ini memperlihatkan tantangan yang dihadapi produsen otomotif premium Eropa dalam mempertahankan posisi di pasar China. Persaingan harga dan meningkatnya daya saing merek domestik menjadi tekanan tambahan bagi perusahaan yang selama ini mengandalkan pasar tersebut sebagai salah satu sumber keuntungan penting. (Jojo)